Jumat, 26 Oktober 2012

Pantai Kondang Merak di Malang


Pantai Kondang Merak terletak di selatan Kota Malang. Dari Kota Malang, kita menuju ke arah Gadang lalu tetap ke arah selatan melewati Bululawang.

Dari sana mengarah ke Pabrik Gula Krebet Baru & lurus terus ke Selatan menuju Gondanglegi. Setelah menemui Pasar Gondanglegi, belok ke arah kanan, sekitar 50 meter ada pertigaan & belok ke kiri mengarah ke Bantur. 

Sesampai Bantur lurus terus mengikuti arah menuju Pantai Balekambang. Selama perjalanan kanan kiri jalan kita melihat beberapa sawah berkontur.




Sebelum masuk ke area wisata Balekambang terdapat pertigaan, pilihlah belok ke kanan (ada papan penunjuk arah). Kita akan melalui jalan tanah sepanjang 4 km (saat musim hujan tidak disarankan melintas).



Kanan & kiri jalan banyak tanaman yang masih alami, membuat Imajinasi kita melayang jauh.





Sesampai di area wisata, kita akan disambut oleh teduhnya pepohonan yang berjajar di pinggir pantai, seolah mengisyaratkan tempat yang nyaman untuk melepas lelah & menikmati pantai.



Bibir pantai yang sangat bersih & ombak yang relatif kecil, karena telah pecah jauh oleh jajaran karang jauh dari pantai.







Adanya pohon2 di bibir pantai menjadi peneduh alami bagi wisatawan.








Di pinggir pantai juga nampak karang datar yang memanjang sepanjang pantai & ditumbuhi lumut hijau, sehingga menambah pemandangan yang indah. Di beberapa tempat terdapat ikan2 kecil yang hidup di sela2 batu & lumut.









Juga sangat mudah ditemui batu karang besar yang seolah  menyembul keluar dari pasir & laut.








Jika kita perlu makan siang, maka beberapa warung sekitar pantai juga menyediakan sate ikan, ikan tuna bakar dan bahkan jika musim juga ada lobster bakar dengan rasa yang khas ditemani sayur serta sambal & es kelapa muda, semuanya dengan harga terjangkau.



Tersedia pula perahu2 nelayan yang siap mengantar wisatawan untuk sekedar putar2 pantai & melihat pemandangan bawah laut yang sangat jernih.




Semua kenangan di Pantai Kondang Merak membuat Imajinasiku melayang jauh.
 

Minggu, 14 Oktober 2012

Jaran Kepang

Canon EOS 550D; f/5,6 ; 1/1000 ; ISO: 800
Focal lenght: 100 mm; White Ballance: Daylight
Semua foto original, tanpa proses editing

Jaran Kepang atau dalam bahasa Indonesia Kuda Lumping adalah kesenian tradisional asli Indonesia yang sangat menarik, baik dari segi atraktifnya para penari ataupun meriahnya warna warni pakaian mereka. Semua menimbulkan Imajinasi yang kuat.



Kutemui kelompok Jaran Kepang Putra Manggala ini, saat menyaksikan Festival Ken Dedes II di Malang, yang mereka kelompok ini merupakan kelompok penutup dari arak-arakan peserta festival.

Saat menunggu giliran berarakan, mereka  menunggu di atas rumput di seputaran Jl Simpang Balapan. Umur mereka sangat beragam, mulai dari anak2, remaja putra & putri sampai dengan dewasa.


 f/5,6 ; 1/100 ; ISO: 200 ; Fl: 79 mm; WB: Daylight





Perarakan dimulai dari pembawa spanduk rentang, yang merupakan pembawa identitas kelompok ini.


Disusul oleh penari anak2, kuacungi jempol 2 jari, karena mereka masih mempertahankan & melestarikan budaya tradisional asli Indonesia dengan sangat membanggakan.

 f/5,6 ; 1/1000 ; ISO: 800 ; Fl: 135 mm; WB: Daylight

 f/5,6 ; 1/500 ; ISO: 800 ; Fl: 79 mm; WB: Daylight





 f/5,6 ; 1/1000 ; ISO: 800 ; Fl: 123 mm; WB: Daylight








 f/5,6 ; 1/1000 ; ISO: 800 ; Fl: 146 mm; WB: Daylight

Setelah anak2 diikuti para penari remaja, lalu disusul oleh penari2 dewasa dan ditutup oleh alat musik tradisional, antara lain gong kecil yang diberi roda agar mudah dibawa kemana2










Arak-arakanpun usai, dan usai pula Festival Ken Dedes II. Maka penonton & pendukung tiap kelompok dengan perlahan membubarkan diri.